JAKARTA – Tiap-tiap orang memiliki hak-hak dasar yang ia miliki sejak lahir, yang keberadaannya tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun juga. Sekumpulan hak-hak dasar tersebut kemudian disebut dengan hak asasi manusia (HAM). Dalam kehidupan sehari-hari, masih sering dijumpai pengabaian terhadap hak asasi manusia. Dan tak heran apabila kita masih dapat melihat atau mendengar serentetan berita di berbagai jenis media tentang pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.
Isu seputar hak asasi manusia masih terbatas pada kalangan tertentu. Biasanya Para aktivis HAM, Jurnalis, dan mashasisw dinilai sebagai kalangan yang paling dekat dengan dunia HAM. Lebih jauh perdebatan seputar hak asasi manusia pada umumnya juga masih sangat terbatas pada isu-isu hak-hak sipil dan politik.
IMDLN, Indonesia Media Defense Litigation Network, sebuah jaringan yang dibentuk oleh sekelompok advokat yang selama ini telah bekerja untuk kepentingan pembelaan hak asasi manusia di Indonesia, menginisiasi sebuah penghargaan HAM untuk para blogger dengan nama Indonesian Human Rigths Blog Award (IHRBA). IHRBA mendapat dukungan dari Cipta Media Bersama yang didukung oleh Ford foundation, Wikimedia Indonesia, AJI Indonesia, dan ICT Watch. Dengan mengangkat tema ”HAM di Sekitarmu”, ajang kompetisi ini diharapkan mampu memicu masyarakat untuk menulis isu-isu HAM dan meningkatkan wawasan masyarakat tentang HAM.
Seringkali orang membicarakan kejadian-kejadian disekitarnya seperti pelecehan seksual dan pemerkosaan di ankutan umum, sulitnya akses trotoar bagi pejalan kaki, namun mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang membicarakan tentang HAM. Membicarakan atau menuliskan HAM tidak selalu harus dengan model formal. Dengan kompetisi IHRBA, diharapkan dapat menjaring tulisan-tulisan yang membicarakan isu-isu HAM sehari-hari dengan berbagai macam cara penyampaian.
IMDLN dalam ajang kompetisi IHRBA ini melibatkan Ifdhal Kasim (ketua Komnas HAM), Donny Budi Utoyo (Direktur Eksekutif ICT Watch), Nezar Patria (Jurnalis, Mantan Ketua Umum AJI Indonesia), Indriaswati Diyah Saptaningrum (Direktur Eksekutif Elsam), Anggara (Advokat/Ketua Badan Pengurus ICJR), Yulianus ”Mami Yuli” (Penggiat LGBT), Wahyu Wagiman (Advokat/ Koordinator PIL-Net), M. Taufiqurrahman (Jurnalis), Wicaksono (blogger), dan Wahyudi Djafar (Sekretaris IMDLN) sebagai tim dewan juri. Sembilan Juri telah bertemu dan menyusun draft indikator penilaian, pada 25 Januari 2012 di Hotel Morrisey, Jl Wahid Hasim, dengan difasilitatori oleh Eko ”Item” Maryadi, Ketua Umum AJI Indonesia. (IMDLN/AV)


Discussion
No comments yet.